Pandemi Corona di indonesia

Perkembangan Covid - 19 di Indonesia


Berdasarkan update data yang disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Achmad Yurianto, tercatat ada penambahan 1.282 kasus positif COVID-19 di Indonesia terhitung hingga Senin (13/7/2020) pukul 12 siang

Dampak Pandemic Covid - 19 di Indonesia


Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengungkapkan tiga dampak besar pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia sehingga masuk dalam masa krisis. Hal tersebut disampaikan Suryo Utomo saat memperingati Hari Pajak 2020 yang bertema “Bangkit Bersama Pajak dengan Semangat Gotong Royong”.

“Gejolak ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini menghantam Indonesia bagaikan sebuah perfect storm yang setidaknya memberi tiga dampak besar bagi perekonomian,” katanya di Jakarta, Selasa (14/7).

Suryo menyebutkan dampak pertama adalah membuat konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60 persen terhadap ekonomi jatuh cukup dalam. Hal ini dibuktikan dengan data dari BPS yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 persen pada kuartal I 2019 ke 2,84 persen pada kuartal I tahun ini.

Dampak kedua yaitu pandemi menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha.

Dampak ketiga adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti.

Menurut Suryo, gejolak ekonomi akibat Covid-19 menjadi momen yang bersejarah karena berdampak pada pengelolaan keuangan negara hingga dilakukan perubahan APBN sebanyak dua kali dan upaya pemulihan ekonomi nasional.

Tak hanya itu, tekanan juga berimplikasi pada penerimaan pajak yang hingga semester I 2020 hanya mencapai Rp513,65 triliun atau 44,02 persen dari target berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 Rp 1.198,8 triliun. Angka tersebut terkontraksi sampai 12,01 persen (yoy) dibanding periode sama tahun lalu yaitu Rp604,3 triliun.

“Pelemahan usaha dan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2020 ini terjadi cukup dalam sehingga berdampak juga pada penerimaan pajak kita,” ujarnya.

Di sisi lain Suryo optimis pemulihan ekonomi akan mulai terjadi pada triwulan III dan IV yakni salah satunya melalui peningkatan sinergi antara pemerintah dan para Wajib Pajak (WP) yang patuh membayar pajak.

“Kita tentunya berharap bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat kembali tumbuh positif pada triwulan III dan selanjutnya,” katanya.

Wilayah -wilayah yang terdampak Covid - 19


Daftar 53 Zona Merah

Sumatra Utara
Kota Tebing Tinggi
Deli Serdang
Kota Medan
Kota Pematangsiantar
Sumatra Selatan
Banyuasin
Kota Palembang
Sulawesi Utara
Minahasa
Kota Manado
Sulawesi Selatan
Soppeng
Gowa
Kota Makassar
Kota Pare Pare
Papua
Jayapura
Nusa Tenggara Barat
Kota Mataram
Maluku Utara
Halmahera Utara
Kota Ternate
Kota Tidore Kepulauan
Maluku
Kota Ambon
Kalimantan Timur
Kota Balikpapan
Kalimantan Tengah
Gunung Mas
Kota Palangkaraya
Kapuas
Kalimantan Selatan
Kota Banjarbaru
Tapin
Banjar
Balangan
Barito Kuala
Hulu Sungai Utara
Tabalong
Kota Banjarmasin
Kotabaru
Jawa Timur
Jombang
Kota Mojokerto
Mojokerto
Gresik
Kota Malang
Pasuruan
Kota Surabaya
Nganjuk
Bojonegoro
Malang
Sidoarjo
Jawa Tengah
Kota Semarang
Demak
DKI Jakarta
Jakarta Selatan
Jakarta Pusat
Jakarta Barat
Jakarta Timur
Jakarta Utara
Banten
Kota Tangerang Selatan
Bali
Karangasem
Bangli
Kota Denpasar

Daftar 99 Zona Hijau
Aceh
Aceh Barat Daya
Pidie Jaya
Nagan Raya
Kota Subulussalam
Pidie
Aceh Singkil
Bireueun
Aceh Jaya
Aceh Tenggara
Aceh Tengah
Simeulue
Aceh Timur
Gayo Lues
Bener Meriah
Sumatra Utara
Nias Barat
Pakpak Bharat
Labuhan Batu
Mandailing Natal
Padang Lawas
Nias
Toba Samosir
Nias Utara
Tapanuli Selatan
Humbang Hasundutan
Nias Selatan
Jambi
Kerinci
Bungo
Tebo
Bengkulu
Mukomuko
Bengkulu Selatan
Kaur
Lebong
Seluma
Sumatra Barat
Kota Sawahlunto
Kota Solok
Kota Pariaman
Lampung
Tulang Bawang
Tulang Bawang Barat
Kota Metro
Mesuji
Lampung Timur
Way Kanan
Kepulauan Riau
Natuna
Lingga
Kepulauan Anambas
Riau
Kep. Meranti
Rokan Hilir
Siak
Kalimantan Timur
Mahakam Ulu
Kalimantan Tengah
Sukamara
Sulawesi Utara
Bolaang Mongondow Timur
Kep. Siau Tagulandang Biaro
Sulawesi Tenggara
Muna Barat
Konawe Kepulauan
Sulawesi Tengah
Tojo Una-una
Banggai Kepulauan
Sulawesi Barat
Mamuju Utara
Majene
Nusa Tenggara Timur
Ngada
Sumba Tengah
Sabu Raijua
Malaka
Alor
Sumba Barat
Lembata
Rote Ndao
Manggarai Timur
Timor Tengah Utara
Kupang
Timor Tengah Selatan
Belu
Nusa Tenggara Barat
Kota Bima
Maluku Utara
Kepuluan Taliabu
Maluku
Maluku Tenggara Barat
Buru Selatan
Maluku Tenggara
Kepulauan Aru
Papua Barat
Maybrat
Pegunungan Arfak
Tambrauw
Sorong Selatan
Teluk Wondama
Manokwari Selatan
Papua
Yahukimo
Mappi
Mamberamo Tengah
Dogiyai
Paniai
Tolikara
Yalimo
Deiyai
Mamberamo Raya
Nduga
Pegunungan Bintang
Asmat
Supiori
Lanny Jaya
Puncak

Solusi masalah Covid - 19 di Indonesia

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia sejatinya sudah sangat jelek sebelum terjadinya pandemi virus corona atau Covid-19. Namun, dia menilai pandemi tersebut berkontribusi memperparah krisis ekonomi yang terjadi.

"Ibarat orang yang sudah jalan sempoyongan kemudian ditinju. Pukulan berat ini membuat bangsa ini menjadi semakin sulit untuk menuju kemandirian ekonomi," kata Dahlan, dalam diskusi online yang digelar Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PP KB PII), baru-baru ini.

Menurut Dahlan, di akhir-akhir Orde Baru, Indonesia sudah hampir menjadi negara industrialis yang mandiri dalam melakukan aktivitas produksi dalam negeri. Namun, setelah Orde Reformasi kondisinya berubah sehingga membuat kebanyakan pengusaha lebih suka hanya menjadi distributor produk-produk luar negeri terutama dari Tiongkok.

"Kemandirian ekonomi hanya dapat diperoleh jika kegiatan produksi dilakukan sendiri di dalam negeri dan tidak terlalu mengandalkan bahan baku dari luar negeri," ujarnya.

Dahlan juga menambahkan bahwa sebetulnya tidak menjadi masalah jika Indonesia menjadi market produk-produk luar negeri, selama Indonesia juga memiliki produk-produk unggulan yang kompetitif untuk dipasarkan ke luar negeri. Ia mencontohkan dalam hal perdagangan dengan Tiongkok, Indonesia sebaiknya lebih fokus bermain di produk-produk perkebunan terutama buah-buahan tropis seperti durian, manggis, rambutan, pisang dan alpukat.

"Indonesia boleh saja dibanjiri oleh barang-barang Tiongkok namun Indonesia juga harus membanjiri Tiongkok dengan produk-produk perkebunan tersebut," katanya.

Ia menyarankan agar selama dan pasca pandemi Covid-19, Indonesia lebih memfokuskan diri membangun kemandirian ekonomi di sektor pertanian dan perkebunan.

Sementara itu, Sosiolog Najib Azca menilai masalah di bidang kesehatan sekarang ini telah berdampak terhadap krisis ekonomi. Kemudian krisis ekonomi tersebut mengakibatkan keresahan sosial dan potensi kerawanan sosial.

"Bahkan, masalah sosial ini bisa berujung pada kemungkinan terjadi krisis di bidang politik," katanya.

Dia mengingatkan akan potensi-potensi dampak ikutan lain yang harus diantisipasi dan dipersiapkan jika pandemi ini berlangsung dalam durasi yang panjang.

Meskipun demikian, Najib mengatakan bahwa Indonesia diuntungkan dengan adanya kekuatan modal sosial dan solidaritas sosial yang kuat. Dalam hal ini, Indonesia menduduki peringkat kelima dunia dari sisi kekuatan modal sosialnya, dan rangking paling atas dalam hal indeks memberi (world giving index).

"Secara tidak langsung, modal sosial ini sangat membantu kerja pemerintah dalam menanggulangi pandemi," katanya.

Namun, ia juga memprediksi apabila pandemi ini berlarut-larut hingga berganti tahun, kekuatan modal sosial Indonesia dalam menopang bantuan sosial terhadap masyarakat miskin dimungkinkan

Komentar